 |
| Jejak keringat santriwati |
Kurang lebih 40 tahun, kamar mandi ini telah menjadi saksi kegigihan dan ketulusan santriwati mengisi bak kamar mandi melalui saluran air ini. Terlihat lekukan goresan timba air yang bersentuhan dengan saluran air yang ditumpahkan ke dalam bak kamar mandi. Proses timpukan timba yang berlangsung terus-menerus membuat permukaan depan saluran air menjadi terkikis. Dahulu para santriwati mengisi bak kamar mandi dengan menggunakan senggot (alat pengisi bak kamar mandi dengan bantuan ayunan bambu). Meski dilakukan dengan beban berat, namun mereka tidak merasakannya sebagai beban yang mendera. Dahulu, mereka melakukannya sambil bercanda-gurau hingga bak telah penuh. Kisah ini menambah kesejatian mereka di antara pengalaman hidup yang semakin berat di kemudian hari. Mudah-mudahan jejak ini memberi semangat berkorban bagi kepentingan dan kepedulian masyarakat luas. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar