Setelah hampir dua jam berlalu di pantai Balekambang, perjalanan dilanjutkan ke Turen. Rombongan tiba di Turen pada pukul lima sore setelah melakukan salat secara jamak qasar di sebuah masjid dekat situs Pondok Pesantren
Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Disebut Masjid tiban karena Konon masjid yang sangat megah ini
dibangun tanpa sepengetahuan warga sekitar, dan menurut mitos dibangun
oleh
jin
dalam waktu hanya semalam. Namun, ketika desas-desus ini dikonfirmasi
kepada “orang dalam”, dikatakan bahwa pembangunan masjid – yang
sebenarnya merupakan kompleks pondok pesantren secara keseluruhan –
semua bersifat transparan karena dikerjakan oleh santri dan jamaah.
Bantahan dari “orang dalam” itu jelas sekali terpampang di depan meja
penerima tamu dengan tulisan besar-besar, “Apabila ada orang yang
mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (pondok muncul dengan
sendirinya), dibangun oleh jin dan sebagainya, itu tidak benar. Karena bangunan
ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir
Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah.”
 |
| Rombongan bergegas menuju bangunan utama pondok |
 |
| Ayo jalan....awas ketinggalan.... |
 |
| Wow.....megah sekali....Ayo-ayo naik..Tuk, wa, ga, menggeh-menggeh... |
|
Jam digital telah menunjukkan pukul 7 petang. Satu-persatu peserta mulai kembali ke pangkalan parkir kendaraan. Ya...ternyata ada yang ketinggalan. Mereka masih asik belanja. Ya gak apa-apa bro.. Yang penting pulang bawa oleh-oleh buat yang di rumah. Tepat pukul 8 malam perjalanan pulang dilaksanakan. Alhamdulillah pukul dua belas malam semua rombongan yang terdiri dari 3 mobil elf dengan 64 penumpang telah sampai di rumah dengan selamat. Ya udah donk...ketemu lagi di rekreasi selanjutnya....Mudah-mudahan diberi kesempatan untuk menambah rasa syukur akan keagungan Allah Sang Maha Pencipta di kesempatan yang lain....Terima kasih semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar